12/16/2005

Surat hati ku untuk ego mu...

Aku ga ngerti kamu maunya apa. Menurut kamu aku terlalu ekspresif dan sensitif. Dan karena itu juga, kmu bilang aku terlalu cengeng dan rapuh. Parahnya lagi kamu anggap aku aneh…

Sekarang coba pikir, siapa yang lebih cengeng, rapuh dan aneh? Kamu apa aku?. Sejak kapan kesensitifan yang diungkapin lewat kata-kata dibilang jadi sesuatu yang aneh?. Mungkin iya terlihat cengeng, tapi belum tentu aku rapuh karena aku tulis perasaan ku. Kamu cuma liat hasilnya, kamu tutup mata buat keberanian aku ungkapin perasaan ku. Kamu cuma ga mau berusaha hargain perasaan aku.

Yang kamu pikirin cuma perasaan kamu aja. Kamu pikir cuma kamu yg sedih tentang jarak diantara kita? Aku juga!. Cuma bedanya aku lebih ekspresif dan kamu cenderung nutupin ego kamu. Untuk apa? Supaya kamu bisa keliatan lebih dewasa daripada aku?. Supaya kamu keliatan ga cengeng dan lebih tegar daripada aku?

Kamu juga mau aku berubah untuk ga cengeng dan apalah semua keinginan kamu. Aku rasa aku udah nyoba untuk berubah, mungkin hasilnya belum terlalu bisa dibilang bagus. Tapi kamu? Apa kamu pernah nyoba untuk berubah seperti yang aku mau?. Aku mau kamu ga egois, aku mau kamu lebih ekspresif. Tapi mana? kamu tetap jadi orang yang egois dan datar. Kecuali kalo kamu marah. Apa harus aku bikin kamu marah?

Kamu bilang aku terlalu nuntut dan ngejar-ngajar kamu. Kamu bilang aku ga mau ngertiin pekerjaan kamu lah. Salah besar! Aku selalu mencoba untuk ngertiin apa yang kamu lakuin

Tapi coba deh sekarang kita pikirin sama-sama. Apa aku terlalu berlebihan menuntut kamu?. Aku mau bukti kedewasaan kamu. Dan aku juga ingin ngerasa dihargai. Perasaan aku, juga pekerjaan aku

Pekerjaan aku menuntut aku harus jauh dari kamu sementara. Tapi menurut aku kedewasaan kamu seharusnya mengerti. Aku emang ga ada untuk kamu, dan kamu ga ada untuk aku secara fisik. Tapi aku akan selalu ada buat kamu, dan kamu selalu ada buat aku didalam hati. Aku juga ga mau mungkir kalo jarak ini ga buat aku sedih

Seperti di puisi yang aku tulis di CD yang aku kasih kamu. Aku sedih waktu kita harus berpisah dan aku tahu kamu juga ngerasain hal yang sama. Tapi aku coba untuk ga ngerasa sedih akan jarak kita. Buat aku, aku ga pernah takut sama masa depan, karena aku hidup di hari ini. Yang aku takut waktu itu adalah perpisahan. Tapi satu hal yang selalu aku ingat, cepat atau lambat, aku tahu, aku akan pulang ke kamu dan hanya buat kamu

Kalo kamu pikir aku udah melangkah terlalu jauh dan terlalu dalam ke kamu. Kamu benar, dan kayanya dunia ini tau apa yg aku rasain ke kamu. Karena memang itu yang aku rasain. Karena ketika aku berada didekat kamu, kamu selalu membuat aku menjadi orang yang lebih baik

Tapi aku minta maaf kalo ternyata perasaan aku menganggu kamu

At this point, aku udah ga bisa apa-apa lagi. Aku serahin semuanya ke kamu. Aku cuma berharap kamu masih mau berusaha untuk hubungan yang kita coba bangun ini. Because, I still want to see my sunshine when I wake up in Jakarta. But then, it takes two to tango.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home